101 Kisah Orang - Orang yang Dikabulkan Doanya



  • Judul Asli : 101 Qishshah wa Qishshah Lilladzina Istajaba Allah Lahum Ad - Du'a.
  • Pengarang : Majdi Fathi As - Sayyid 



  • Judul  : 101 Kisah Orang - Orang yang Dikabulkan Doanya .
  • Penerjemah : Ustadz Abdul Somad,  LC., MA 
  • Penerbit : PUSTAKA AZZAM
  • Anggota IKAPI DKI Jakarta 

Segala puji bagi Allah. Tuhan sekalian alam.  Shalawat dan Salam kepada Nabi Muhammad yang diutus sebagai rahmat bagi seluruh alam. 
Allah telah menyerukan agar kita berdoa, meminta dan merendahkan diri kepada - Nya,  firman Allah :

بِسْمِ اللّٰهِ الرَّحْمٰنِ الرَّحِيْمِ
وَقَالَ رَبُّكُمُ ادْعُوْنِيْٓ اَسْتَجِبْ لَكُمْ ۗ


Transliterasi (ID)  : waqaala rabbukumu ud’uunii astajib lakum .

"  Dan Tuhanmu berfirman, “Berdoalah kepada-Ku, niscaya akan Aku perkenankan bagimu. .” ( QS.  Ghaafir 40 : 60 )


Alhamdulillah. 
Alternatif kegiatan di bulan suci ramadan 2019 ini salah satu nya adalah membaca buku recomended, karya terjemahan dari Pa Ustadz Abdul Somad , LC. , MA. 

Saya baru memiliki nya dua hari ini, di belikan sama pak su .  Buat memotivasi agar kita banyak² berdo'a. Khususnya di bulan puasa ini, dimana bulan penuh ampunan dan segala doa yang kita panjatkan akan dikabulkan oleh Allah SWT. Insha Allah. 


Saya share di sini dua kisah saja. Semoga bermanfaat.

1. Kisah Terkabulnya Doa Tiga Orang yang Terperangkap di Dalam Gua.

Dari Abdulah bin Umar dia berkata,  " Tiga orang sebelum kamu bepergian hingga pada malam hari. Mereka memasuki nya, tiba² batu besar jatuh dari bukit menutupi gua. Mereka saling berkata,  " Tidak ada yang dapat menyelamatkan kalian dari batu besar ini, kecuali kalian berdoa kepada Allah dengan amal shalih kalian. " "

Seseorang di antara mereka berdoa ( orang pertama)  , " Ya, aku mempunyai kedua orang tua yang sudah lanjut usia, aku tidak mempersembahkan minuman malam ( terbuat dari tepung ) untuk seorang pun sebelum mereka. Suatu hari aku pergi jauh mencari kayu, aku tidak kembali hingga mereka berdua tertidur, aku membuat kan minuman untuk mereka berdua. Kudapati mereka berdua telah tidur , aku tidak ingin membangun kan mereka dan minum sebelum mereka. Akupun tidur sedangkan tempat minuman berada di tanganku, aku menunggu mereka berdua terjaga hingga terbit fajar, sedangkan anak² ku menangis dikakiku dalam keadaan lapar, mereka berdua terjaga dan meminum minuman itu. Ya Allah, jika aku melakukan semua itu karena mengharapkan kemuliaan - Mu,  maka bukakanlah ( gua) ) ini untuk kami,  kami di dalam nya sedangkan batu ini ( menutupi pintu gua) . "
Gua sedikit terbuka, namun mereka tetap tidak dapat keluar dari dalam gua itu.

Yang lain berdoa  ( orang kedua ). " Ya Allah , ada putri  pamanku yang paling aku cinta i, aku sangat mencintainya seperti layaknya seorang laki² mencintai seorang wanita. Aku pernah ingin melakukan perbuatan tercela terhadap dirinya. Ia pernah dalam keadaan sangat membutuhkan uang, ia mendatangiku, aku memberikan seratus dua puluh Dinar kepadanya dengan syarat ia mau berzina denganku, ia setuju melakukan hal itu,  ketika aku duduk diantara kedua kakinya, ia berkata, " Takutlah kepada Allah, janganlah engkau pecahkan kemuliaan seorang wanita kecuali dengan pernikahan yang sah. " Aku pun berpaling meninggalkannya, padahal ia adalah wanita yang paling aku cintai, aku meninggalkan emas yang telah aku berikan kepada nya. Ya Allah, jika yang telah kulakukan itu adalah mengharapkan kemuliaan mu, maka lepaskanlah kami dari dalam gua ini. "
Batu itu terbuka sedikit, namun mereka masih belum dapat keluar dari dalam gua itu. 

Orang yang ketiga berdoa , " Ya Allah,  aku menyewa  para buruh,  aku memberikan upah kepada mereka kecuali satu orang,  ia meninggalkan upah nya dan pergi. Upah yang ia tanggalkan itu berkembang menjadi harta yang banyak. Suatu ketika ia datang kepadaku dan berkata,  " Wahai hamba Allah,  berikanlah upahku. "
Aku  menjawab,  " Semua yang engkau lihat,  unta,  lembu,  kambing dan hamba sahaya adalah upahmu.  "
Ia berkata,  " Wahai hamba Allah,  jangan mengejekku.  "
Aku berkata,  " Aku tidak mengejekmu . " 
Ia mengambil dan menggiring semuanya,  tidak meninggalkan sedikitpun. Ya Allah, jika yang telah kulakukan itu mengharapkan keagungan - Mu,  maka lepaskanlah kami dari dalam gua ini. "

Batu itu pun terbuka, mereka pun dapat keluar dan pergi. 

2. Kisah Terkabul nya Doa Juraij Seseorang yang Rajin Beribadah. 

Dari Abu Hurairah,  dari Nabi Muhammad beliau bersabda,  " Juraij adalah seorang laki² yang rajin beribadah , ia terus berada di dalam tempat ibadah nya,  ia ibadah kepada Allah di dalamnya. Ibu nya yang ketika ia sedang melaksanakan shalat, ibunya berkata,  " Wahai Juraij.  " Juraij bergumam dalam hatinya,  " Ya Allah,  ibuku atau shalatku.  " Juraij meneruskan shalatnya, ibunyapun pergi. Keesokan hari, ibunya datang ketika ia sedang shalat, ibunya memanggil,  " Wahai Juraij.  " Juraij bergumam kembali , " Ya Tuhan,  ibuku atau shalatku,  "  ia meneruskan shalatnya.  Keesokan harinya, ibunya datang ketika ia sedang shalat juga, ibunya memanggilnya kembali,  " Wahai Juraij ", Juraij pun bergumam kembali, " Ya Tuhan , ibuku atau shalatku " , ia meneruskan shalatnya.  Ibunya berkata,  " Ya Allah,  janganlah Engkau matikan Juraij hingga ia melihat wajah para pezina.  "

Kaum Bani Israil menyebut  - nyebut Juraij dan ibadah nya,  lalu datang seorang wanita pelacur nan cantik rupawan , wanita itu berkata kepada Bani Israil,  " Jika kalian mau,  aku akan menggoda Juraij  dari ketaatannya kepada Allah untuk berbuat maksiat.  "
Wanita itu pun menggoda Juraij,  namun Juraij tidak memandang nya sama sekali , lalu wanita itu melihat ada seorang penggembala yang hendak ke tempat ibadah Juraij,  wanita itu melakukan perbuatan zina dengan penggembala tersebut, ia pun hamil,  ketika ia melahirkan,  ia berkata,  " Anak ini berasal dari Juraij.  "
Orang² mendatangi Juraij dan memaksanya turun dari tempat ibadah,  mereka menghancurkan tempat ibadah Juraij dan memukulinya. Juraij berkata " Mengapa kalian berbuat demikian  " ?
Mereka menjawab,  " Engkau telah berbuat zina  dengan wanita pelacur ini hingga ia melahirkan anak darimu. "
Juraij berkata,  " Manakah bayi itu " ?
Mereka membawa bayi itu, Juraij pun berkata , " Biarkan aku hingga selesai melaksanakan shalat. "
Ketika Juraij selesai melaksanakan shalat nya , ia mendatangi bayi itu dan menekan perut bayi itu dengan jarinya sambil bertanya,  " Wahai bayi , siapakah ayahmu?  "
Bayi itu menjawab," Si Fulan,  seorang penggembala.  "
Mereka menyambut Juraij dengan mencium dan mengusapnya , mereka berkata,  " Kami akan bangun tempat ibadah terbuat dari emas untuk mu ."
Juraij berkata,  " Tidak , buatkanlah tempat ibadah dari tanah seperti sebelumnya.  "
Mereka pun melakukan nya.  "